Kamis, 21 Agustus 2014

Sistem Pendididkan





A. Asia

          

 

            Korea Selatan menempati peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan global terbaik versi Pearson, sementara Indonesia menempati urutan bawah.
Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga edukasi dan perusahaan penerbitan Pearson, ada empat negara Asia yang menempati urutan atas . Selain Korsel, ada pula Jepang, Singapura, dan Hong Kong yang berturut-turut berada di posisi dua, tiga dan empat.Sementara itu, Inggris berada di peringkat enam dan menjadi negara terbaik kedua di wilayah Eropa dalam tabel tersebut. Peringkat ini meliputi pendidikan tingkat tinggi dan tes sekolah internasional, kata Wartawan BBC, Sean Coughlan.
       
           Riset pendidikan internasional terbaru yang dibuat untuk Pearson oleh Economist Intelligence Unit, menekankan kesuksesan sistem pendidikan Asia seperti di Korea Selatan, Singapura, dan Jepang yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi mereka. Sebuah laporan dari A Learning Curve yang diterbitkan sebagai pelengkap mengatakan bahwa kesuksesan pendidikan Asia ini mencerminkan budaya bahwa baik guru dan murid sama-sama sangat dihormati, serta "guru, murid, dan orang tua, bersama-sama bertanggung jawab terhadap pendidikan". Namun laporan tersebut juga mencatat bahwa keterampilan yang sangat berharga seperti kreativitas dan keahlian dalam memecakan masalah jauh lebih sulit untuk diukur dan dimasukkan ke dalam peringkat tersebut. Negara Eropa yang ada di peringkat bawah adalah Yunani. Sekelompok negara-negara berkembang juga ada di bagian bawah, termasuk Indonesia, Meksiko dan Brasil. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.

    Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.

B.Australia

   Sekolah di Australia relatif tidak diatur , dan tidak wajib . Pemaparan pertama banyak anak-anak Australia harus belajar dengan orang lain di luar pengasuhan tradisional adalah penitipan atau orangtua yang dikelola playgroup . Ini jenis kegiatan umumnya tidak dianggap sekolah , sebagai pendidikan pra - sekolah terpisah dari sekolah dasar di semua negara bagian dan teritori , kecuali Western Australia dan Queensland di mana pendidikan pra - sekolah diajarkan sebagai bagian dari sistem sekolah dasar .

    Sekolah biasanya dijalankan oleh pemerintah negara bagian dan wilayah , kecuali di Victoria , Australia Selatan dan New South Wales di mana mereka lebih sering dijalankan oleh dewan lokal , kelompok masyarakat atau swasta organisations.Pre - sekolah ditawarkan untuk tiga sampai lima year-olds , jumlah kehadiran luas bervariasi antara negara, tetapi 85,7 % anak menghadiri pra-sekolah tahun sebelumnya tahun school.The sebelum anak adalah karena untuk masuk sekolah dasar adalah tahun utama untuk pendidikan pra - sekolah . Tahun ini jauh lebih sering hadir , dan dapat mengambil bentuk beberapa jam aktivitas selama hari kerja . Tanggung jawab untuk pra - sekolah di New South Wales dan Victoria , terletak pada Departemen Pelayanan Masyarakat dan Departemen Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini ( DEECD ) , masing-masing. Di semua negara-negara lain dan wilayah Australia , tanggung jawab untuk pra - sekolah berbohong dengan departemen pendidikan yang relevan . Perawatan sehari penuh di pemerintahan , pusat nirlaba adalah di urutan $ 72 per hari .


C. Eropa 
 
    
Pendidikan di Perancis berada di bawah tanggung jawab Departemen Pendidikan Nasional. System pendidikan sentralistis, yaitu sekolah di kelola oleh Pemerintah Pusat.
Sejak zaman Pemerintahan presiden De Gaulle (1958) diadakan tingkatan Pengelolaan pendidikan atau administrasi pendidikan, yaitu :
1. Tingkat pertama adalah tingkat legislative dan penasehat pusat.
2. Tingkat kedua adalah tingkat administrasi dan pelaksana pusat.
3. Tingkat kedua adalah tingkat administrasi dan pelaksana setempat.
Kurikulum pendidikan tingkat rendah terdiri dari bahasa Perancis, membaca, menulis, berhitung, sejarah, ilmu bumi (khusus Perancis dan Negara-negara jajahan), akhlak, kewarganegaraan, dasar-dasar ilmu pasti dan alam, menggambar, pekerjaan tangan, bernyanyi dan gerak badan.
Murid-murid yang hendak melanjutkan sekolah mnengah, harus lulus ujian masuk kelas enam, terutama bagi mereka yang mempunyai nilai ujian cukup. Kalau nilainya baik, maka mereka dapat masuk dan diterima secara otomatis di tahun pertama (classes de sixieme). Yang menarik untuk dipelajari adalah tingkat kelas dimulai dari angka yang tertinggi kemudian menurun
 tahun ajaran berlangsung dari akhir September sampai akhir Juli dengan 2 bulan libur selama musim panas
          Pendidikan wajib di Inggris meliputi sekolah dasar dan sekolah menengah. Sekolah dasar di mulai dari usia 5 sampai 11 tahun dalam kurun waktu 6 tahun. Tahun pertama dan kedua disebut infants dan tahun ketiga sampai ke enam disebut Junior [2]. Pada level sekolah dasar ini tidak di adakan ujian bagi siswa mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam, kecuali ujian kemampuan yang dilaksanakan ketika anak berusia tujuh tahun. Penekanan ada pada belajar secara praktikal dibandingkan menghafal. Siswa belajar mata pelajaran inti seperti Bahasa Inggris, matematika dan sains, juga pelajaran dasar seperti sejarah, geografi, musik, seni dan olahraga. Sekolah menengah dimulai dari umur 11 sampai 16 tahun dalam kurun waktu normal 5 tahun. Di setiap jenjang siswa memperdalam pelajaran mereka pada mata pelajaran inti dan ditambah setidaknya satu pelajaran bahasa asing. Pada tahun ke-4 barulah mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian-ujian yang disebut General Certificate of Secondary Education atau GCSE. Setelah menyelesaikan ujian GCSE, siswa sekolah menengah dapat meninggalkan sekolah untuk bekerja, mengikuti program training di sekolah kejuruan atau teknik, atau melanjutkan 2 tahun lagi untuk menyiapkan diri bagi ujian masuk universitas, yang dikenal dengan "A-Levels.” A Levels adalah lanjutan dari sekolah menengah atas jika mereka ingin masuk ke bangku universitas. Ditempuh selama 2 tahun. Dalam jenjang ini siswa akan belajar 3 sampai 4 subjek untuk ujian A Levels
Ditingkat sarjana, siswa di Inggris dapat memilih jurusan art dan sciences. Program ini biasanya berlangsung selama tiga tahun dimana selama itu siswa dapat menyelesaikan pelajaran dan tutorial di bidang masing-masing. Siswa yang akan lulus biasanya harus mengikuti ujian akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar